Pati //Poros Rakyat – Nama Kapolresta Pati, Kombes Jaka, tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan keterlibatannya sebagai aktor utama dalam penangkapan Sembilan warga termasuk Botok dan Teguh. Isu ini mencuat di tengah masyarakat dan media sosial, memicu berbagai spekulasi terkait proses hukum yang dijalankan aparat.
Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi dan dasar hukum dari tindakan tersebut, terutama karena muncul dugaan adanya intervensi dari Pihak Sudewo ke pihak internal kepolisian.
Kombes Jaka sendiri dikenal sebagai perwira menengah Polri yang memiliki rekam jejak panjang dalam penegakan hukum. Namun, tudingan yang berkembang saat ini berpotensi mencoreng reputasinya jika tidak segera diklarifikasi secara resmi.
Beberapa aktivis dan pengamat hukum mendesak agar dilakukan investigasi independen untuk memastikan apakah penangkapan tersebut telah sesuai prosedur atau justru sarat kepentingan tertentu. Mereka juga meminta agar pihak kepolisian, khususnya Polresta Pati, memberikan penjelasan terbuka guna menghindari kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kombes Jaka maupun jajaran Polresta Pati terkait dugaan tersebut. Sementara itu, keluarga Botok dan Teguh dikabarkan tengah mencari bantuan hukum untuk memperjuangkan keadilan. (Red)
