Semarak Sedekah Bumi Desa Dororejo, Kirab Gunungan dan Wayang Kulit Meriahkan Tradisi Tahunan

Berita, Uncategorized597 Dilihat

Pekalongan //Poros Rakyat – Tradisi sedekah bumi atau ruwat bumi kembali digelar meriah di Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dihadiri unsur Forkompincam, Kepala Desa Dororejo Alimin Slamet, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang turut memadati jalannya acara.

Rangkaian acara diawali dengan lomba kirab gunungan hasil bumi yang diikuti oleh 19 RT dari berbagai dukuh di Desa Dororejo. Setiap peserta menampilkan gunungan berisi hasil bumi yang dihias kreatif, serta diiringi tim perform atau koreografi yang menambah semarak suasana. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan sorak-sorai dan dukungan kepada masing-masing peserta kirab.

Kepala Desa Dororejo, Alimin Slamet, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh warga. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh RT yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tahunan ini. Menurutnya, sedekah bumi bukan hanya bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh RT yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan gotong royong masyarakat Dororejo masih terjaga dengan baik,” ujarnya.

Adapun hasil lomba kirab gunungan tahun 2026 menetapkan RT 18 Dukuh Tekisan sebagai Juara 1, disusul RT 15 Dorokulon sebagai Juara 2, dan RT 18 Dorowetan sebagai Juara 3. Sementara untuk kategori perform/koreografi, Juara 1 diraih RT 12 Dukuh Sempu, Juara 2 RT 12 Dukuh Tekisan, dan Juara 3 RT 15 Dorokulon.

Pada malam harinya, kemeriahan dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara. Pertunjukan ini berhasil menarik perhatian warga dari berbagai kalangan yang bertahan hingga larut malam untuk menikmati kisah pewayangan yang sarat nilai budaya dan filosofi kehidupan.

Kegiatan sedekah bumi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus memperkuat identitas dan kebersamaan masyarakat Desa Dororejo. (Herput)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *