Puluhan Siswa SD di Rembang Diduga Keracunan MBG, Acara Kartinian Gagal Total

Berita, Uncategorized173 Dilihat

Rembang //Poros Rakyat – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG saat mengikuti rangkaian acara peringatan Hari Kartini. Akibatnya, mereka harus mendapatkan perawatan di Puskesmas.

Pantauan detikJateng di Puskesmas Kragan II, puluhan anak-anak sedang dirawat. Mereka terlihat masih mengenakan kostum kebaya dan didampingi orang tuanya masing-masing.

Kebanyakan dari mereka mengaku sedang dirawat karena mengalami mual-mual, sakit perut dan pusing usai mengonsumsi susu dari Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di sekolahnya, SDN Balongmulyo, Kragan, Rembang.

Salah satu siswa yang dirawat, Chilyatus Zakiya (11), mengaku mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang dibagikan usai kegiatan jalan-jalan ke pantai.

“Tadi acara Kartinian jalan-jalan ke pantai, terus dikasih makan MBG, saya minum susu. Tapi rasanya nggak enak, lama-lama kecut. Terus sakit perut sama pusing,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah banyak siswa mengeluh hal serupa, para guru langsung mengumpulkan mereka di kantor sebelum akhirnya dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 09.30 WIB.

Siswa lainnya, Ajeng Syifana Alza Fira (10), menyebut acara Kartinian sempat akan diisi berbagai lomba. Namun kegiatan tersebut batal karena banyak siswa mengalami keluhan kesehatan.

“Iya tadi acara Kartinian, ada lomba nyanyi sama mecahin balon. Tapi kayaknya nggak jadi karena semuanya ke sini (Puskesmas),” katanya.

Ajeng mengaku hanya mengonsumsi susu dan buah kelengkeng. Namun ia mencurigai kondisi makanan tersebut.

“Susunya rasanya kecut. Terus kelengkengnya ada lengket-lengketnya sama jamuran. Habis makan itu perut sakit, kepala pusing, terus muntah-muntah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kragan II, dr. Arif Rahman Hakim, mengatakan total ada 22 siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis.

“Total ada 22 yang kami tangani, 5 sudah dipulangkan, dan 17 masih menjalani perawatan lanjutan,” jelasnya.

Ia menyebut, mayoritas pasien mengalami gejala muntah dan sakit perut yang muncul setelah mengonsumsi makanan dari MBG.

“Gejalanya mengarah ke keracunan makanan, tapi kami masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Menurutnya, menu yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi, sayur, lauk seperti tahu, serta susu. Saat ini, pihak Puskesmas masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Alhamdulillah semua sudah tertangani dengan baik. Yang masih dirawat saat ini dalam proses pemulihan,” pungkasnya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *