Dua Kandidat Ramaikan Bursa Bakal Calon Ketua KONI Kabupaten Pekalongan

Pekalongan //Poros Rakyat – Bursa pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan periode 2026–2029 mulai memanas. Hingga penutupan pendaftaran bakal calon ketua pada Sabtu (9/5), tercatat dua nama resmi mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua KONI Kabupaten Pekalongan, yakni Suryono dan Safujianto.

Kedua kandidat menyerahkan berkas pencalonan di hari terakhir masa pendaftaran yang dibuka oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan. Suryono, S.Ag menjadi kandidat pertama yang datang ke Kantor KONI Kabupaten Pekalongan sekitar pukul 15.00 WIB. Sementara Safujianto, ST menyerahkan berkas pencalonannya pada malam hari sekitar pukul 20.30 WIB.

Proses pendaftaran keduanya diterima langsung oleh tim penjaringan dan penyaringan yang bertugas memeriksa kelengkapan administrasi serta persyaratan pencalonan. Suasana pendaftaran berlangsung lancar dan disaksikan sejumlah pengurus cabang olahraga maupun pengurus KONI Kabupaten Pekalongan.

Munculnya dua kandidat tersebut menandai tingginya perhatian terhadap masa depan olahraga di Kabupaten Pekalongan. Pasalnya, KONI sebagai induk organisasi olahraga memiliki peran penting dalam pembinaan atlet, pengembangan cabang olahraga, hingga persiapan menghadapi berbagai ajang kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan datang.

Baik Suryono maupun Safujianto bukanlah sosok baru di lingkungan olahraga Kabupaten Pekalongan. Keduanya diketahui aktif sebagai pengurus KONI Kabupaten Pekalongan dan terlibat dalam sejumlah kepengurusan cabang olahraga. Bahkan, keduanya juga pernah dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Kabupaten Pekalongan serta pernah menduduki posisi Wakil Ketua KONI.

Pengalaman panjang di dunia organisasi olahraga tersebut dinilai menjadi modal penting bagi kedua kandidat dalam memimpin KONI Kabupaten Pekalongan ke depan. Selain memahami sistem organisasi, keduanya juga dianggap mengetahui berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dunia olahraga daerah, mulai dari pembinaan atlet, keterbatasan sarana olahraga, hingga peningkatan prestasi.

Wakil Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan, Agus Dwi Santosa menjelaskan bahwa setelah penutupan pendaftaran, tahapan selanjutnya adalah verifikasi administrasi terhadap seluruh berkas bakal calon.

Menurutnya, tim akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait kelengkapan dokumen maupun pemenuhan syarat pencalonan sebelum menetapkan calon yang dinyatakan lolos administrasi.

“Berkas dari kedua bakal calon nantinya akan diverifikasi dan dievaluasi kelengkapan dokumennya. Hasil verifikasi administrasi akan diumumkan pada tanggal 11 Mei 2026,” katanya.

Ia menambahkan, apabila ditemukan adanya kekurangan dokumen, maka bakal calon masih diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan administrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.

“Selanjutnya ada proses penyerahan perbaikan persyaratan bakal calon yang kurang lengkap, verifikasi pemenuhan perbaikan persyaratan bakal calon ketua, dan terakhir penyampaian laporan tim penjaringan pada sidang paripurna Musorkablub KONI Kabupaten Pekalongan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 15 Mei,” jelasnya.

Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) nantinya menjadi forum penentuan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan periode 2026–2029. Dalam forum tersebut, para pemilik hak suara dari cabang olahraga akan menentukan pilihan terhadap calon ketua yang dianggap mampu membawa prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan lebih maju.

Salah satu bakal calon Ketua KONI, Suryono, menyampaikan bahwa keputusannya maju dalam pencalonan dilatarbelakangi keinginannya untuk mengaktifkan kembali roda organisasi KONI agar berjalan lebih baik dan profesional.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir organisasi membutuhkan penguatan manajemen agar seluruh program pembinaan olahraga dapat berjalan maksimal. Terlebih saat ini Kabupaten Pekalongan sedang mempersiapkan diri menghadapi ajang Porprov Jawa Tengah yang membutuhkan dukungan organisasi yang solid.

“Saya ingin organisasi KONI bisa berjalan lebih aktif dan maksimal karena sebentar lagi akan menghadapi Porprov. Persiapan sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana melanjutkan dan mengoptimalkan,” ujarnya.

Ia menilai posisi ketua bukan semata-mata jabatan simbolis, melainkan sebagai manajer organisasi yang bertanggung jawab menjaga tata kelola organisasi tetap berjalan secara profesional.

“Ketua hanya simbol dan manajer organisasi agar KONI bisa berjalan akuntabel, transparan dan juga prestasi lebih baik,” terangnya.

Suryono juga menegaskan pentingnya sinergi antara pengurus KONI, cabang olahraga, pelatih, dan atlet dalam membangun prestasi olahraga daerah. Menurutnya, tanpa kerja sama yang baik, target peningkatan prestasi akan sulit tercapai.

Sementara itu, bakal calon Ketua KONI lainnya, Safujianto, memiliki fokus berbeda dalam pengembangan olahraga daerah. Ia menilai Kabupaten Pekalongan masih membutuhkan peningkatan sarana dan infrastruktur olahraga agar mampu bersaing dengan daerah lain.

Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang representatif sangat penting tidak hanya untuk pembinaan atlet, tetapi juga membuka peluang Kabupaten Pekalongan menjadi tuan rumah event olahraga tingkat provinsi maupun nasional.

“Saya ingin mendorong pemerintah daerah agar memiliki infrastruktur olahraga yang bagus sehingga Kabupaten Pekalongan bisa menyelenggarakan pertandingan skala provinsi maupun nasional,” ungkapnya.

Selain pembangunan fasilitas, Safujianto juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, terutama pelatih dan atlet. Ia menilai pelatih kompeten menjadi kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi.

Karena itu, ia berharap ke depan pembinaan terhadap pelatih dapat lebih ditingkatkan, baik melalui pelatihan, sertifikasi, maupun dukungan program pembinaan berkelanjutan.

“Pengurus harus lebih konsentrasi pada pelatih yang kompeten sehingga bisa memberikan pelatihan optimal kepada atlet,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa para atlet dan pelatih Kabupaten Pekalongan selama ini telah bekerja keras dalam berbagai kompetisi. Namun, menurutnya, hasil yang dicapai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing dengan kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

“Pelatih dan atlet sudah berusaha maksimal, namun masih di bawah kabupaten/kota lain. Untuk itu perlu ditambah porsi latihan dan penghargaan kepada atlet maupun pelatih agar mereka bisa bertanding lebih maksimal,” tegasnya.

Dengan munculnya dua kandidat yang sama-sama memiliki pengalaman di dunia olahraga, pelaksanaan Musorkablub KONI Kabupaten Pekalongan diperkirakan akan berlangsung menarik. Para insan olahraga kini menaruh harapan besar agar kepemimpinan KONI ke depan mampu membawa perubahan positif serta meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun nasional. (Herput)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *